- Kenapa kau buat aku cemburu?
- Kenapa kau buat aku marah?
- Aku sangat menyayangimu!
- Aku selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk bisa menyenangkanmu.
- Jangan sakiti aku,
- Ikhlaskan aku mengabdi padamu.
- Genggam tangan ini menuju Ridoh-Nya!!!
Jendela Hati
Blog ini dibuat sebagai jendela jiwa dan hati yang tersembunyi wujud namun sangat jelas pengaruhnya.Tidak ada seorangpun yang dapat lari dari hatinya, demikian pula jendela hanya menampakkan isi penghuninya:isi hati.
Sabtu, 21 April 2012
Kenapa...?????
Kamis, 19 Januari 2012
Aku Ingin
Aku ingin menjadi hamba yang taat dihadapan sang Pencipta
Aku ingin menjadi anak yang berbakti buat orang tuaku
Aku ingin menjadi adik yang terbaik untuk saudaraku
Aku ingin menjadi Keponakan terkasih untuk paman-bibiku
Aku ingin menjadi istri salehah buat suamiku
Aku ingin menjadi yang tercinta buat orang disekelilingku
Aku ingin menjadi ibu terbaik untuk putra-putriku
Aku ingin menjadi guru spesial untuk anak didikku
Aku ingin menjadi yang dirindu buat sahabat-sahabatku
Aku ingin sukses dalam kehidupanku
Aku ingin apa lagi ya .....?
Aku ingin .......aku ingin ....... aku ingin ........seabrek keinginan anak manusia yang lemah dan kecil dihadapan Tuhannya. //NLS
Minggu, 15 Januari 2012
Egois
Manusia selalu mengharap apa yang menjadi cita-cita dan keinginannya bisa terpenuhi, ingin kaya, ingin menjadi dokter, ingin istri yang cantik, suami yang mapan dan masih banyak lagi.
Ketika dari berderet keinginan itu tidak terpenuhi, maka proteslah ia. Marah, mengamuk, mengomel, mendongkol, menangis sampai-sampai Tuhanpun disalahkan. Kenapa begini? Apa salah saya? apa kekurangan saya? Tuhan tidak adil!
Astaghfirullah......, itulah sikap bagi kita manusia yang egois. Semua yang kita mau harus terlaksana. Kita lupa jati diri kita, siapa kita? siapa kita sebagai manusia? akankah kita mengatur Allah yang maha Kuasa? Allah yang telah menciptakan kita?
Bila itu terjadi, alangkah kurang ajarnya manusia ? betapa tidak menyadarinya manusia seperti ini?
Dalam kehidupan nyata saja, akankah ditemui seorang bawahan mengatur bosnya? melawan kebijakan bosnya? bila itu sampai dilakukan, tebak bagaimana nasib bawahan itu, diPECAT ....itu pasti.
Allah maha pemurah, meskipun manusia sering lalai, kurang ajar tapi kasih sayang-Nya tetap melimpah. Inilah mungkin salah satu sebab manusia semakin lupa diri, terpukai dengan gemerlap dan persoalan dunia seakan dunia ini tidak pernah berakhir. Seakan manusia hidup selamanya.
Pintaku,
Ya Allah ....!
Ampuni hambaMu yang egois ini
Hamba berlindung padaMU atas segala yang menipu
Kami bodoh
Kami tidak tahu
Kami lemah
Tolonglah kami ya Allah
Rengkuh kami dalam ridhohMu
Amien,//Nls
Sabtu, 14 Januari 2012
Indahnya Kesabaran
Seorang dokter spesialis luka di Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.
Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya mnejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.
Pada saat Dr. Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda itu cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.
”Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa kepada Allah Subhanaahuwataa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku mungkin saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”
Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.
Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Sallallahu A’laihi Wassallam : ” Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesenangan ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)
Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Pemuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bagi Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah maha Tahu yang terbaik untukku.
Allahu Akbar, betapa kalimat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh progrmmagisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”
Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senang sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.
Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.
Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupka kembali menjadi manusia yang utuh.
Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah-red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimananlah yang dapat memunculkan keajaiban.
Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.
Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid.
Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!
Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.
(True Story , From : Khalid Abu Shalih)
Sumber : Majalah Elfata, Volume 07 2007
Jumat, 13 Januari 2012
Tawakkal, Bekal Hadapi Cobaan
Top of Form
Bottom of Form
sETIAP orang memiliki cita-cita, jangka pendek maupun jangka panjang. Akan tetapi jalan untuk mencapainya tidak selalu mulus. Penuh dengan onak dan duri, kesulitan dan hambatan yang beraneka ragam. Hambatan-hambatan itu tidak hanya berasal dari hukum alam tapi juga dari dirinya sendiri. Dengan demikian ia selalu berjuang, berbuat dan bekerja tanpa henti untuk menghilangkan, menyingkirkan kesulitan dan rintangan itu demi tercapainya cita-cita. Dalam keadaan seperti ini betapa butuhnya ia terhadap kekuatan yang dapat membantunya, dan mengantarkannya, menyelesaikan kesulitannya, menyingkirkan penghalang yang dapat menerangi jalannya.
Kekuatan yang diharapkan itu hanya berada pada naungan akidah (iman) dan taman iman kepada Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى).
Iman kepada Allah inilah yang dapat mendatangkan kekuatan ruhani, kekuatan jiwa, karena seseorang yang beriman hanya berharap pada kelebihan, dan karunia Allah, hanya takut kepada siksa Allah tidak peduli kepada selain Allah.
Sehingga ia menjadi orang kuat walaupun tidak memegang senjata, ia kaya walaupun tidak punya gudang emas dan perak, ia perkasa walaupun tidak punya keluarga dan massa, ia teguh walaupun perahu kehidupannya goyah dan dikepung ombak bahkan lebih kuat walaupun dibandingkan dengan lautan, gelombang dan angin.
Rasulullah bersabda, "Seandainya kalian mengetahui Allah (makrifat) dengan sebenar-benarnya, niscaya gunung-gunung itu hilang sirna karena doa kalian."
Orang yang beriman mempunyai kekuatan spiritual, karena ia mengambil kekuatan dari Allah dzat yang maha tinggi dan besar yang ia jadikan tempat bergantung (tawakkal). Ia berkeyakinan bahwa Allah selalu bersamanya di mana saja ia berada, ia penolong orang-orang yang beriman, penghancur orang-orang yang jahil.
"Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka sesungguhnya Allah itu maha perkasa dan bijaksana". (QS. 8:49).Ia maha perkasa tidak akan merendahkan mereka yang bertawakkal kepada-Nya, bijaksana tidak akan menelantarkan mereka yang berpegang teguh kepada hikmah dan pengaturannya.
Firman Allah "Jika Allah menolong kalian, maka tiada orang yang dapat mengalahkanmu, dan jika Allah menghinakanmu, maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakkal."
Tawakkal kepada Allah, bukan menyerah dan kemalasan, namun bertawakkal adalah pendorong, perangsang, pendorong jiwa yang mendatangkan kekuatan melawan dan membangkitkan tekad. Dampak dari tawakkal yang bersemi dalam jiwa, akan melahirkan kekuatan yang luar biasa dahsyatnya. //NLS
Senin, 09 Januari 2012
Libur Sudah Berlalu
| aktifitas siswa membersihkan bagian depan sekolah. |
Hem....., sampah berserakan dimana-mana. Lantai kotor karena lama tidak tersapu, meja-bangku menghitam berlapiskan debu.
Tangan-tangan mungil itu tidak pernah mengeluh, senyum dan canda mereka tetap renyah menghangatkan suasana. Meski ada sebagian siswa yang enggan memungut sampah karena merasa jijik. Hehe...., diri tersenyum dalam hati. Bangga dengan mereka, diusia mereka yang masih belia itu, mereka punya semangat dan tanggungjawab yang tinggi terhadap kebersihan kelas dan sekolahnya.
Tetap Semangat sayang, I Love You All !!!
Minggu, 01 Januari 2012
Jendela Hati
Betapa hati tersmbunyi dalam diri. Meski demikian ia dapat menyeruak dalam prilaku atau terlukis pada panca indera. Sadar atau tidak , tetapi memang demikian adanya. Banyak orang hendak lari dari suara hati dan nurani, itu sama saja dengan lari dari diri sendiri, bagaimana mungkin. Al-Qur'an banyak bercerita tentang hati dengan berbagai sifat dan keadaan yang sangat menggambarkan watak manusia. Ada hati yang baik, ada pula yang tidak baik. Ada hati sehat ada pula hati yang sakit.
Langganan:
Postingan (Atom)




