Minggu, 15 Januari 2012

Egois

Manusia selalu mengharap apa yang menjadi cita-cita dan keinginannya bisa terpenuhi, ingin kaya, ingin menjadi dokter, ingin istri yang cantik, suami yang mapan dan masih banyak lagi.

Ketika dari berderet keinginan itu tidak terpenuhi, maka proteslah ia. Marah, mengamuk, mengomel, mendongkol, menangis sampai-sampai Tuhanpun disalahkan. Kenapa begini? Apa salah saya? apa kekurangan saya? Tuhan tidak adil!

Astaghfirullah......, itulah sikap bagi kita manusia yang egois. Semua yang kita mau harus terlaksana. Kita lupa jati diri kita, siapa kita? siapa kita sebagai manusia? akankah kita mengatur Allah yang maha Kuasa? Allah yang telah menciptakan kita?

Bila itu terjadi, alangkah kurang ajarnya manusia ? betapa tidak menyadarinya manusia seperti ini?
Dalam kehidupan nyata saja, akankah ditemui seorang bawahan mengatur bosnya? melawan kebijakan bosnya? bila itu sampai dilakukan, tebak bagaimana nasib bawahan itu, diPECAT ....itu pasti.

Allah maha pemurah, meskipun manusia sering lalai, kurang ajar tapi kasih sayang-Nya tetap melimpah. Inilah mungkin salah satu sebab manusia semakin lupa diri, terpukai dengan gemerlap dan persoalan dunia seakan dunia ini tidak pernah berakhir. Seakan manusia hidup selamanya.
Pintaku,
Ya Allah ....!
Ampuni hambaMu yang egois ini
Hamba berlindung padaMU atas segala yang menipu
Kami bodoh
Kami tidak tahu
Kami lemah
Tolonglah kami ya Allah
Rengkuh kami dalam ridhohMu
Amien,//Nls


Tidak ada komentar:

Posting Komentar